 | Photos | Aug 13, 2009 |
Selamat untuk Kemenangan SBY, Tapi Ingat KPU Tak Profesional 1 Photo
Kenapa Noordin M.Top Tidak MEMBOM Kuala Lumpur? 1 Photo, 2 comments
SBY told to arrest bombers immediately 1 Photo
Demokrasi Tanpa Kekerasan 1 Photo
Fadjroel dan Keluarga 1 Photo, 8 comments
Warisan (daripada) Soeharto 1 Photo, 10 comments
Fadjroel di SCTV: Slankers vs DPR 1 Photo, 3 comments
Jusuf Kalla: Busung Lapar HAL BIASA ! 1 Photo, 11 comments
fadjroel-pramudya's 1 Photo, 3 comments
fadjroel-soeharto 1 Photo, 5 comments
Majalah Tempo-Fadjroel 1 Photo, 10 comments
Aksi KERAS-MenyerbuRSPP 1 Photo, 4 comments
Novel Bulan Jingga dalam Kepala 1 Photo, 6 comments
Democracy Without the Democrats (In English) 1 Photo, 2 comments
Antologi Esai Fadjroel Rachman 1 Photo, 5 comments
Catatan Bawah Tanah (Puisi) 1 Photo, 1 comment
100 Puisi Indonesia Terbaik 2008 1 Photo, 2 comments
Sejarah Lari Tergesa (Nominee KLA 2005) 1 Photo, 1 comment
Dongeng Untuk Poppy (Finalis KLA 2007) 1 Photo, 1 comment
|
  | Blog | Dec 26, 2008 |
  | FADJROEL RACHMAN FOR PRESIDENT 2009 (Do You Support This Idea?) | Aug 4, 2008 |
 Proklamasi Fadjroel for President 2009 dibuat di hadapan Bung Karno dan Bung Hatta di Tugu Proklamasi Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta. Kenapa di hadapan Bung Karno dan Bung Hatta? Karena visi Bung Karno dan Bung Hatta serta para Bapak dan Ibu... more  | Music | Dec 30, 2007 |
Bulan Jingga adalah lagu tema untuk novel Bulan Jingga dalam Kepala yang dibuat si "Anjing" Mukti-Mukti, liriknya dibuat Fadjroel Rachman. Lagu Kabut Tangkuban Parahu juga dibuat untuk "pengantar kematian" Surianata, tokoh protagonis novel Bulan... more  | Reviews | Jan 13, 2009 |
 MEREBUT MIMPI INDONESIA atau RECLAIMING INDONESIAN DREAM I. DASAR PEMIKIRAN 1. Pembukaan UUD 1945: Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak... more  | Links | |
- Beranikah SBY Memberhentikan KPU
- Koran SINDO, Satu Koran Segala Berita - Kemenangan 300% Partai Demokrat
- KOMPAS Cetak : Merayakan Kemenangan Golput 2009
- VIVANEWS - POLITIK - Calon Independen Yakin MK Kabulkan Gugatan
- BEM UI Sepenuh Hati Berjuang dan Berkontribusi - Home
- Lyrics On Demand - Song Lyrics, Lyrics of Songs, Free Lyrics, Free Song Lyrics, Rap Lyrics, Country Lyrics, Hip Hop Lyrics, Rock Lyrics, Country Music Lyrics, Music Lyrics
- Ceausescu.org - Revolution in Romania 1989
- fabians.org.uk : About the Fabian Society
- Marxists Internet Archive
- Jurnal Kebudayaan Kalam
  | Tagged Content | |
  | Guestbook | |
 |
tokoh muda kritis, gamblang, apa adanya, dan mengerti persoalan perut. tak banyak ditemukan di negara kerakusan ini.. |
 |
salut bung fadjroel... salam kenal.. |
 |
fajrul.. adalah sejarah masa lalu yang tidak tercatat, karena tidak pernah menang apalagi kalah. nasibnya lebih busuk daripada megawati. tapi masih sok saja terus.... |
 |
www.gudangbelanja.com Grosir dan Retail Baju Bayi, Anak-Dewasa branded Sisa Eksport & Import, Mudah, Murah Berkualitas. Transaksi Online Otomatis 24 Jam/Hari & 7 hari/Minggu. Keterangannya lengkap, banyak model, bahannya halus dan lembut. Di jamin gak akan nyesel deh....! Mampir ya ... |
 |
Sajak sajak KOMPAS Minggu, 7 Juni 2009 | 03:42 WIB
M Fadjroel Rachman
+ mengenang rara dan korban lainnya
rara, rara, aku mengenangmu, karena ½ cangkir kopi tumpah di kumuh pucat situ gintung membanjiri rumah malammu, seribu jari hitamnya mencekik sudut parumu.
dengarlah degup jantung planet gelisah. pada hitam lumpur situ gintung kuciumi jejak sirna airmata matahari, menjelma burung hantu menukik rebah berdarah di ulu hati.
sepasang ikan mas bergulingan di kabut basah, bernyanyi di sinar bulan, menggigit kenangan terbakar, lalu tertawa menumpang bintang jatuh ke surga terjauh.
ketika jam meleleh menjemput huruf kedinginan yang memaksa abadi di kamar kematian, tawa kecilmu menjelma fajar melayarkan pinisi mimpi kanak-kanakmu.
rara, rara, aku mengenangmu, karena ½ cangkir kopi tumpah di situ gintung. wajah mungilmu mengapung di koran pagi, “kabarkan, aku bersama tuhan, tak sendirian.”
Malang-Jakarta (2009)
M Fadjroel Rachman
ras adiba radzi
lautan tak bersuara, pohonan pun tak bersuara, tetapi ras rintik hujan tengah malam adalah suaramu membisikkan cinta musa di gurun sinai, tanpa batas tak bertepi
“berapa ulangtahunkah harus dilalui agar api lilin tak lagi padam ditiup badai raksasa kegelisahan dan aku tak lagi ragu mencintaimu,” tanyamu kepada hujan
berapa lagu ulangtahunkah harus dinyanyikan agar ras mengerti suara mengguntur di cakrawala adalah suaraku yang marah tak kunjung dimengerti, tapi tak melukainya
engkau ingin hidup selamanya ras? ketika api lilin ulangtahun lindap, telapak tanganmu terbakar hangus karena engkau bersikeras ingin membuatnya abadi
“tapi hati juga tak bersuara,” ujarmu, “aku tak lagi ketakutan walau tetap sendirian, bukankah tak ada lagi yang sanggup memadamkan api cintaku tanpa batas tak bertepi?”
Kuala Lumpur (2009) |
 |
(Ditujukan dengan hormat kepada siapapun yang berkepedulian) Kontemplasi dan Undangan untuk mas Fadjroel,
" Jadikan Solusi Solidaritas sebagai konsep unggulan untuk upaya pengentasan pengangguran dan kemiskinan"
Sebuah upaya pencarian menuju terciptanya masyarakat/ bangsa yang mampu mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan, akhirnya telah hadir dalam bentuk buku berjudul Solusi Solidaritas. Solusi Solidaritas adalah konsep aspiratif dan terukur yang tercipta karena :
* terinspirasi dari tidak adanya konsep/ cara dalam mengentaskan pengangguran dan kemiskinan selama ini, yang berhasil secara kongkrit, terukur dan berkesinambungan. * adanya komitmen dari pemerintah/ negara untuk melaksanakan atau memfasilitasi upaya pemberdayaan- kesejahteraan bagi rakyat/ bangsa. * adanya potensi untuk merajut persaudaraan- kesetiakawanan- kedermawanan, dalam kehidupan bermasyarakat- berbangsa, agar lebih bernilaiguna. * oleh empati, motivasi, komitmen dan intelektualitas penulis selaku narasumber. * substansi konsep, telah diakui dan disahkan oleh instuitusi formal terkait dalam bentuk Hak Cipta dan ISBN
"Aktualisasikan kompetensi dan kepedulian kita, sesuai amanat atau manfaat- keuntungan dari Solusi Solidaritas, agar kita segera melahirkan sekaligus mendirikan Solidaritas Penanggulangan Pengangguran dan Kemiskinan". muchdi-suherman.blogspot.com |
 |
hi.. numpang promo yah JUAL MURAH Mp3 Player 2Gb China kualitas super, tersedia 2 model: 1. Mp3 Model iPod shuffle II with LCD 2. Mp3 Model iPod nano III with LCD
Tersedia 5 pilihan warna : silver, black, pink, green n blue semua warna keren kerennnn
Khusus grosiran harga NEGO!!!
|
 |
Salam Sosialis! Bung, tadinya saya pikir kita ketemu di Guntur 49 pada 19 Feb 2009. Apa kabar? |
 |
M.Fadjroel Rachman
Sajak Senja di Kuala Lumpur
dua menara baja menusuk dua kornea mata ketika sedetik senja bergegas menutup tirai lelahnya, dengan cemas aku mengetuk pintu baja rumahmu, “tuan dan puan masihkah mengenalku?”
hang tuah kehilangan perahu perang, duduk disampingku di taman asri dan sepi ini, pantun melayu berserakan ditiup si laknat portugis dari selat malaka yang porak poranda
peluit setasiun tua dan rel kereta berkarat berlarian ke rumah sajak kesepianku, dalam tilas nanah dan darah baja ini telapak kakiku robek dipaku darah jeritan sunyi manusia
“di manakah dunia mesti berlabuh ketika terbelah bilah-bilah baja dari neraka?” hujan pun merintik menyeret kulit wajah pucatku berputar-putar di langit kusam berdebu kuala lumpur
azan magrib membelah senja, dingin baja kuala lumpur menyelinap ke hati letih, kunang-kunang dan lampu-lampu riuh tersesat jalan menyapa ramah, “selamat malam kuala lumpur, tidurlah .”
kuala lumpur (2009) |
 |
M.Fadjroel Rachman
Sajak 1/2 Cangkir Kopi dari Situ Gintung
+ mengenang rara (6 bulan) dan korban lainnya
rara, rara, aku mengenangmu, karena ½ cangkir kopi tumpah di kumuh pucat situ gintung membanjiri rumah malammu, seribu jari hitamnya mencekik sudut parumu.
dengarlah degup jantung planet gelisah. pada hitam lumpur situ gintung kuciumi jejak sirna airmata matahari, menjelma burung hantu menukik rebah berdarah di ulu hati.
sepasang ikan mas bergulingan di kabut basah, bernyanyi di sinar bulan, menggigit kenangan terbakar, lalu tertawa menumpang bintang jatuh ke surga terjauh.
ketika jam meleleh menjemput huruf kedinginan yang memaksa abadi di kamar kematian, tawa kecilmu menjelma fajar melayarkan pinisi mimpi kanak-kanakmu.
rara, rara, aku mengenangmu, karena ½ cangkir kopi tumpah di situ gintung, wajah mungilmu mengapung pucat di koran pagi, “kabarkan, aku bersama tuhan, tak sendirian.”
Malang-Jakarta (2009) |
 |
Dua Sajak Fadjroel di Kompas Minggu (15 Maret 2009)
M FADJROEL RACHMAN
Palestina, Ketika Rintik Hujan
rintik hujan terseok-seok menyeret kaki luka parah dari kota tuhan yang ditinggalkan para pemuja untuk berperang, “terlalu dinginkah dunia untuk disapa?”
lokan dan kepiting merangkak ke tenggorokan jerusalem yang sepi. bila malam datang, siapa berjanji fajar akan datang membawa sepotong tuhan dari kematian.
musa tersesat diburu firaun, menyeret kafilah tuhan yang hilang, suaranya mengaum “kenapa lelaki tua itu hanya menunggu di kornea mata anak-anak membeku mati?”
debu hitam kota gaza dan kristal garam laut merah di kusut rambut ikalmu perlahan melayang ke ranting zaitun, menunggu tangan mungilmu melambai dari pintu surga.
ah, surga yang jauh, mengapa fajar tak membawanya ke rumahmu menemani secangkir susu dan sepotong roti terakhir sebelum maut menjemputmu tergesa-gesa.
Jakarta (2009)
M FADJROEL RACHMAN
Ragusa, Suatu Senja
azan magrib tertelungkup di pecahan batuan rel kereta gambir-kota, rambut ikalnya melambai-lambai kepada senja luka yang berlari tergesa-gesa meninggalkan jakarta.
“bukankah usia kita meleleh bagai likat coklat es krim ragusa, lalu mengendap hitam dibusuk ciliwung,” ujar coklat daun angsana merebahkan kepala di lumpur ciliwung.
di tepi jaman yang pedih, nafas kita terengah menghirup oksigen jatuh dari dedaunan letih, tanpa sempat bertanya mengapa duduk sendirian di kursi rotan tua ragusa.
tangan berkerut cemas memaksa kisah cinta abadi di kornea mata, sementara maut mengintip diam-diam, tak menegurmu, bersiul riang diriuh kereta tua gambir-kota.
harum garam laut jawa mengkristal di wajahmu, sabar mencuci pori-pori mendingin pucat, mengabarkan hangat cinta berkobar-kobar yang setia menunggu di balik kabut.
Jakarta (2009)
M Fadjroel Rachman adalah penulis buku puisi Dongeng untuk Poppy (2006), Sejarah Lari Tergesa (2005), dan Catatan Bawah Tanah (1986). Saat ini ia tengah menyiapkan kumpulan puisinya yang terbaru, Airmata Matahari. |
 |
Dua Sajak Fadjroel di Kompas Minggu (15 Maret 2009)
M FADJROEL RACHMAN
Palestina, Ketika Rintik Hujan
rintik hujan terseok-seok menyeret kaki luka parah dari kota tuhan yang ditinggalkan para pemuja untuk berperang, “terlalu dinginkah dunia untuk disapa?”
lokan dan kepiting merangkak ke tenggorokan jerusalem yang sepi. bila malam datang, siapa berjanji fajar akan datang membawa sepotong tuhan dari kematian.
musa tersesat diburu firaun, menyeret kafilah tuhan yang hilang, suaranya mengaum “kenapa lelaki tua itu hanya menunggu di kornea mata anak-anak membeku mati?”
debu hitam kota gaza dan kristal garam laut merah di kusut rambut ikalmu perlahan melayang ke ranting zaitun, menunggu tangan mungilmu melambai dari pintu surga.
ah, surga yang jauh, mengapa fajar tak membawanya ke rumahmu menemani secangkir susu dan sepotong roti terakhir sebelum maut menjemputmu tergesa-gesa.
Jakarta (2009)
M FADJROEL RACHMAN
Ragusa, Suatu Senja
azan magrib tertelungkup di pecahan batuan rel kereta gambir-kota, rambut ikalnya melambai-lambai kepada senja luka yang berlari tergesa-gesa meninggalkan jakarta.
“bukankah usia kita meleleh bagai likat coklat es krim ragusa, lalu mengendap hitam dibusuk ciliwung,” ujar coklat daun angsana merebahkan kepala di lumpur ciliwung.
di tepi jaman yang pedih, nafas kita terengah menghirup oksigen jatuh dari dedaunan letih, tanpa sempat bertanya mengapa duduk sendirian di kursi rotan tua ragusa.
tangan berkerut cemas memaksa kisah cinta abadi di kornea mata, sementara maut mengintip diam-diam, tak menegurmu, bersiul riang diriuh kereta tua gambir-kota.
harum garam laut jawa mengkristal di wajahmu, sabar mencuci pori-pori mendingin pucat, mengabarkan hangat cinta berkobar-kobar yang setia menunggu di balik kabut.
Jakarta (2009)
M Fadjroel Rachman adalah penulis buku puisi Dongeng untuk Poppy (2006), Sejarah Lari Tergesa (2005), dan Catatan Bawah Tanah (1986). Saat ini ia tengah menyiapkan kumpulan puisinya yang terbaru, Airmata Matahari. |
 |
bang fadjrul, saya salah satu rakyat biasa yang sangat simpatik dengan pemikiran-pemikiran anda, saya sangat ingin bisa menimba ilmu dari anda dan berjuang bersama di sisi anda merupakan kebanggaan dari saya, dan saya berharap bung fadjrul tetap idealis seperti saat ini dan seterusnya, jangan sampai luntur karena kekuasaan,wisnu prastomo starcoolmentol@yahoo.com |
 |
Tenang aja, gue dah antisipasi semuanya, so pada pemilu 2009 telah dipastikan adanya koalisi permanen, yaitu:
Koalisi Kerakyatan, yang terdiri dari partai demokrat+Partai Golkar+PAN+PBB(bulan bintang)+PKS+PBR+P3.
Koalisi Kebangsaaan, yaitu PDIP+Hanura+PKB+gerindra+PDS+PIB+Partai Republikan.
Gue juga tetap dukung adanya calon presiden dan wapres independen. surya75dn@yahoo.com,, 081211664746 |
 |
Bang Fadjrul, kita musti kerja lagi untuk meraih mimpi Indonesia yang Demokratis..dan yang harus tetap diingat dan menjadi prinsip adalah Jabatan Presiden bukanlah Tujuan tapi alat untuk mewujudkan mimpi bangsa Indonesia melalui tangan sang Presiden" setujukah abang???? |
 |
turut bduka cita atas putusan MA soal presiden independent. terus berjuang, bang. saya mungkin bukan pengagum Anda. tapi, saya selalu salut dengan sebuah gebrakan. keep fight. |
 |
bung meddhani bisa dibaca di Merebut Mimpi Indonesia di atas ya, terimakasih apresi dan atensinya |
 |  |  |  |
| |